Sabtu, 27 November 2010

Travelling To Prapat in One Day

wahhh....niat awal ingin meng-update blog setiap bulan tetapi apa daya kerjaan begitu menumpuk (alasan klise) jd tidak bisa update blog tiap bulan deh. jadi sebaiknya blog ini digunakan seefisien mungkin. so i'm gonna tell you about my last experience, semoga bermanfaat.

Jika sudah bosan dengan kerjaan yang menumpuk dan jenuh melihat kota yang penuh kemacetan dan kendaraan padat yang lalu lalang biasanya saya pergi travelling. Sabtu lalu, tanggal 20 Oktober 2010, saya beserta dua orang teman saya (yang jauh-jauh datang dari Tangerang dan Palembang) dengan nekatnya pergi travelling ke Prapat selama satu hari. Kedua teman saya belum pernah ke Prapat dan ingin melihat Danau Toba yang merupakan danau terbesar di Indonesia. Saya sendiri sudah beberapa kali pergi ke Prapat tapi tetap saja exicted untuk kembali ke sana. Jadi kami berangkat Pkl. 08.00 dengan perkiraan waktu perjalanan dari medan ke prapat sekitar 4 jam. Akhirnya kami tiba di Prapat tepat Pkl. 12.00. oh ya, buat yang ingin pergi ke Prapat dan tidak punya kendaraan pribadi, ada beberapa Tips untuk menuju ke Prapat melalui Medan, seperti:

1. Naik bus “Intra” tujuan Medan – Prapat dari terminal amplas. Biayanya sekitar Rp18.000 buat Ekonomi non AC dan Rp21.000 untuk Ekonomi AC. sangat murah dan cocok untuk para traveller. Bus ini berhenti sampai di pusat pasar Prapat. Jadi pastikan bahwa mobil yang anda tumpangi benar-benar tujuan Medan – Prapat.

2. Menyewa mobil. Tempat penyewaan mobil di Medan sangat banyak, anda bisa search ke www.yellowpages.com untuk mencari tempat penyewaan mobil di Medan. Harga sewa mobil sekitar 200 – 650 ribu untuk satu hari. Harga sewa bergantung dengan kemampuan tawar menawar anda. Saya ke Prapat dengan biaya sewa mobil Rp525.000 (Rp200.000 untuk sewa mobil + Rp175.000 untuk supir + Rp150.000 untuk BBM). Alasan saya memilih menyewa mobil adalah: karena perginya lebih dari satu orang jadi kita kan bisa patungan dan jika menyewa mobil kita bisa memilih sendiri rute yang akan kita tempuh.

Prapat is an amazing place. Tidak terlalu dingin seperti Berastagi tetapi pemandangannya luar biasa. Dimana-mana kita dapat memandang danau toba yang luas dan bukit-bukit yang menjulang eksotis disekitarnya. Teman saya sampai terkagum-kagum melihat danau toba dan pulau samosir (yang ternyata lebih besar dari perkiraan mereka ^^). Lalu atas bimbingan Pak Hendra (supir kami yang baik hati), kami naik Kapal wisata dari pusat pasar Prapat (yang ternyata super macet!!) menuju Tomok. Harga kapal wisata umum dari Prapat menuju Tomok sebesar Rp5.000,00. Tapi ada juga kapal umum yang menawarkan rute ke pusat wisata Tuktuk, sebuah resort di pinggir danau toba, dengan harga Rp7.000. lama perjalanan dari Prapat ke Tomok berkisar 45 menit dan jika ke tuktuk memakan waktu kurang lebih 1 jam. Tetapi jika ingin berkeliling ke tempat-tempat wisata seperti Prapat-Tuktuk-Batu begantung-Tomok anda dapat juga menyewa satu kapal wisata atau speed boat dengan harga berkisar Rp300.000 – Rp400.000.

Di sekitar tempat pemberangkatan kapal kota Prapat (seperti dermaga kecil) banyak anak-anak kecil yang mempertontonkan aksi berenang mereka kepada pengunjung yang mau melemparkan uang logam atau pun uang kertas ke dalam danau toba. Jika ada pengunjung yang melemparkan uang ke danau toba mereka akan dengan sigap terjun ke dasar danau dan mengambil uang tersebut. Aksi ini banyak digemari wisatawan asing di tuktuk. Jadi buat yang mau melihat aksi anak-anak Prapat tersebut, jangan lupa bawa uang receh.

Tomok adalah pusat pasar tradisional yang ada di samosir. Disini kita bisa melihat dan membeli barang-barang kerajinan khas Prapat (bahkan yang Khas jogja juga ada ^^). Ingatlah untuk jangan ragu untuk menawar dan berkeliling agar mendapatkan oleh-oleh yang murah. Teman saya sampai keliling-keliling pasar Tomok demi mendapat satu paket ulos batak seharga Rp200.000 (sambil berharap bahwa ini adalah harga termurah hehehehe.....). Selain pasar ada juga makam Raja Sidabutar, rumah adat batak dan patung sigale-gale yang bisa anda lihat di Prapat. Biasanya ada penduduk setempat yang menawarkan jasanya untuk bercerita mengenai Sejarah Suku Batak di Prapat.


Rute pulang dari Tomok agak membingungkan karena tidak ada kapal wisata yang berangkat ke Prapat. Jadi aku dan teman-temanku memutuskan untuk naik kapal angkutan umum yang menuju Prapat. Ukurannya lebih besar dari kapal wisata dan muatannya lebih banyak (agak serem sih naik kapal ini). Harganya juga relatif murah, Cuma Rp4.000. jarak tempuhnya sama dengan kapal wisata.

Dari Prapat aku dan teman-temanku memutuskan mengambil rute pulang dari Prapat-Kabanjahe-tongging-Berastagi-Medan. Kalau menyewa mobil kita dapat memilih sendiri rute yang kita inginkan. Rute ini memang memakan waktu lebih lama, sekitar 5 jam perjalanan. Tetapi jika melalui jalur ini kita dapat mampir ke sitongging dan melihat air terjun sipiso-piso yang menjulang setinggi 360 kaki. Harga tiket masuk ke air terjun sipiso-piso Rp2.000 per orang. Air terjun sipiso-piso mengalir sampai ke danau toba. Untuk turun ke bawah air terjun sipiso-piso disediakan anak tangga dan tempat peristirahatan. Pastikan stamina anda sangat baik untuk turun dan menyaksikan air terjun sipiso-piso dari dekat karena setidaknya ada 1000 anak tangga yang perlu ditempuh untuk turun ke bawah dasar sipiso-piso. Selain sipiso-piso kita juga dapat melihat danau toba dari atas tebing di sitongging. Pemandangannya sangat cocok untuk berfoto-foto ria hehehe....cuaca di sipiso-piso cukup dingin jadi jangan lupa bawa jaket.

Itu adalah sedikit kisah perjalanan saya travelling to Danau Toba in one day. Semoga kita tetap bisa travelling dan jangan lupa: “JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN DI SEKITAR OBJEK WISATA”. Alam ini milik kita dan sudah sewajibnya kita menjaganya.