Jumat, 31 Desember 2010

Review: The Tourist (Johnny Depp dan Angelina Jolie)

Hari ini, 31 Desember 2010,

New Movie at The End Of The Year. Sangat menarik dan menggoda, apa lagi jika film itu dibintangi dua aktor dan aktris seksi favorit saya: Johnny Depp dan Angelina Jolie (The Tourist), ekspektasi saya terhadap film ini semakin besar (saya sangat berharap kalau film ini bakal jadi film penghujung tahun yang tidak akan saya lupakan). Jika film ini dibuat bergenre drama saya pikir pasti akan sangat romantis, jika film ini bertema action (read: laga) saya pikir pasti sangat menghibur, mengingat kredibilitas kedua aktor/aktris tersebut. Tetapi seperti pepatah yang mengatakan bahwa “apapun yang terlalu itu pasti tidak baik....” maka begitulah ekspektasi saya terhadap film ini, berubah menjadi sesuatu yang tidak baik. Bukannya kecewa dengan akting keduanya, yang menurut saya satu-satunya yang menghibur dari film ini hanyalah melihat mereka berdua, tetapi saya sangat menyayangkan dangkal/sangat tidak berkembangnya film ini. Tetapi buat yang ingin menonton film drama romantis yang “sedikit menyentuh dan sedikit action” maka saya tidak bisa memaksa anda untuk tidak mengantri di bioskop. Jadi ini sedikit review dari saya tentang film ini; mungkin akan berbeda dari review komersialnya.

The tourist adalah film Remake dari film yang berjudul sama. Film ini bermula ketika Angelina Jolie (Elise), seorang agen Polisi Interpol Eropa yang diskorsing karena lalai melaksanakan tugasnya untuk menangkap Alexander, sehingga dia dikejar oleh Tim Polisi Interpol Eropa dibawah pimpinan Agen Acheson (Paul Bettany). Agen Acheson Menyakini kalau Elise memiliki kaitan dengan Alexander . Sehingga Acheson berharap Elise akan menggiring tim penyelidiknya untuk menemukan Alexander. Alexander sendiri merupakan seorang ahli keuangan yang bekerja pada seorang mafia kelas dunia bernama Shawn dan juga seorang buronan di 14 negara. Dia diyakini melakukan “money laundry” dan penggelapan pajak untuk Shawn. Tetapi bukannya menyerahkan uang hasil kejahatannya kepada Shawn, dia lebih memilih untuk membawa kabur uang senilai 744 milyar dollar Amerika tersebut. Demi menghilangkan jejaknya, Acheson dan Shawn (yang juga memburu Alexander untuk merebut kembali uangnya) meyakini kalau Alexander mengubah wajahnya lewat operasi Plastik. Jadi Elise merupakan satu-satunya petunjuk bagi mereka berdua untuk menemukan Alexander.

Atas petunjuk Alexander, Elise naik kereta menuju Venice dan bertemu Frank (Johnny Depp). Demi mengecoh pihak Interpol, Elise memperalat Frank, yang merupakan seorang dosen matematika di sebuah universitas Amerika, untuk menemaninya selama berada di Venice. Karena Acheson dan Shawn melihat kedekatan Elise dan Frank, maka keduanya menyangka kalau Frank adalah Alexander. Walhasil, Frank yang nota bene tidak paham duduk perkara kasus yang dihadapi Elise, ikut terlibat dalam drama spionase tersebut. dan disinilah drama percintaan, komedi dan aksi dimulai. Menarik melihat sedikit demi sedikit Elise jatuh cinta pada Frank yang terlihat begitu lugu dan tidak berdaya tetapi begitu ngotot untuk membantunya. Dan ending dari cerita ini sendiri sangat mudah ditebak (buat saya), klise tetapi itulah yang membuat cerita ini menjadi begitu manis, khas drama tahun 80-an.

Tetapi secara keseluruhan selain bumbu komedi romantis antara Anjelina Jolie (Elise) dan Johnny Depp (Frank) yang diset sejak awal cerita hingga akhir dan pemandangan kota Venice Italia yang menakjubkan, sesungguhnya tidak ada yang istimewa dari Film The Tourist. Jika dibandingkan dengan Film “cat and Mouse” sejenis yang dibumbui intrik percintaan seorang agen kepolisian, seperti From Paris With Love (John Travolta), Knight and Day (Tom Cruise dan Cameron Diaz) atau film sebelumnya Anjelina Jolie “Mr. and Mrs. Smith” dan "Salt", sayangnya The Tourist tidaklah lebih istimewa. Walau jika harus memilih antara Film The Tourist dan Knight and Day dari segi akting antara pasangan Cruise Diaz dan Depp Jolie saya akan memilih Depp Jolie tapi jika dari segi Drama Komedi Action maka saya akan memilih Knight and Day. Sementara jika dibandingkan dengan Film “From Paris With Love” , "Mr. and Mrs. Smith" atau “Salt” maka harus saya akui kalau The Tourist sangat ketinggalan jauh dari segi cerita baik Komedi, Action atau Dramanya.

Secara keseluruhan saya akan beri bintang 3 bagi The Tourist dari 5 bintang alias standar. Terlepas dari review saya, jika anda masih berharap melihat akting keduanya, saran saya: Just enjoy the movie dan jangan terlalu banyak berharap ^^. Bagaimanapun juga saya tetap menyukai akting keduanya. Semoga mereka dipertemukan kembali di film Drama Komedi Aksi lainnya tentu saja yang lebih bonafit.

Sabtu, 27 November 2010

Travelling To Prapat in One Day

wahhh....niat awal ingin meng-update blog setiap bulan tetapi apa daya kerjaan begitu menumpuk (alasan klise) jd tidak bisa update blog tiap bulan deh. jadi sebaiknya blog ini digunakan seefisien mungkin. so i'm gonna tell you about my last experience, semoga bermanfaat.

Jika sudah bosan dengan kerjaan yang menumpuk dan jenuh melihat kota yang penuh kemacetan dan kendaraan padat yang lalu lalang biasanya saya pergi travelling. Sabtu lalu, tanggal 20 Oktober 2010, saya beserta dua orang teman saya (yang jauh-jauh datang dari Tangerang dan Palembang) dengan nekatnya pergi travelling ke Prapat selama satu hari. Kedua teman saya belum pernah ke Prapat dan ingin melihat Danau Toba yang merupakan danau terbesar di Indonesia. Saya sendiri sudah beberapa kali pergi ke Prapat tapi tetap saja exicted untuk kembali ke sana. Jadi kami berangkat Pkl. 08.00 dengan perkiraan waktu perjalanan dari medan ke prapat sekitar 4 jam. Akhirnya kami tiba di Prapat tepat Pkl. 12.00. oh ya, buat yang ingin pergi ke Prapat dan tidak punya kendaraan pribadi, ada beberapa Tips untuk menuju ke Prapat melalui Medan, seperti:

1. Naik bus “Intra” tujuan Medan – Prapat dari terminal amplas. Biayanya sekitar Rp18.000 buat Ekonomi non AC dan Rp21.000 untuk Ekonomi AC. sangat murah dan cocok untuk para traveller. Bus ini berhenti sampai di pusat pasar Prapat. Jadi pastikan bahwa mobil yang anda tumpangi benar-benar tujuan Medan – Prapat.

2. Menyewa mobil. Tempat penyewaan mobil di Medan sangat banyak, anda bisa search ke www.yellowpages.com untuk mencari tempat penyewaan mobil di Medan. Harga sewa mobil sekitar 200 – 650 ribu untuk satu hari. Harga sewa bergantung dengan kemampuan tawar menawar anda. Saya ke Prapat dengan biaya sewa mobil Rp525.000 (Rp200.000 untuk sewa mobil + Rp175.000 untuk supir + Rp150.000 untuk BBM). Alasan saya memilih menyewa mobil adalah: karena perginya lebih dari satu orang jadi kita kan bisa patungan dan jika menyewa mobil kita bisa memilih sendiri rute yang akan kita tempuh.

Prapat is an amazing place. Tidak terlalu dingin seperti Berastagi tetapi pemandangannya luar biasa. Dimana-mana kita dapat memandang danau toba yang luas dan bukit-bukit yang menjulang eksotis disekitarnya. Teman saya sampai terkagum-kagum melihat danau toba dan pulau samosir (yang ternyata lebih besar dari perkiraan mereka ^^). Lalu atas bimbingan Pak Hendra (supir kami yang baik hati), kami naik Kapal wisata dari pusat pasar Prapat (yang ternyata super macet!!) menuju Tomok. Harga kapal wisata umum dari Prapat menuju Tomok sebesar Rp5.000,00. Tapi ada juga kapal umum yang menawarkan rute ke pusat wisata Tuktuk, sebuah resort di pinggir danau toba, dengan harga Rp7.000. lama perjalanan dari Prapat ke Tomok berkisar 45 menit dan jika ke tuktuk memakan waktu kurang lebih 1 jam. Tetapi jika ingin berkeliling ke tempat-tempat wisata seperti Prapat-Tuktuk-Batu begantung-Tomok anda dapat juga menyewa satu kapal wisata atau speed boat dengan harga berkisar Rp300.000 – Rp400.000.

Di sekitar tempat pemberangkatan kapal kota Prapat (seperti dermaga kecil) banyak anak-anak kecil yang mempertontonkan aksi berenang mereka kepada pengunjung yang mau melemparkan uang logam atau pun uang kertas ke dalam danau toba. Jika ada pengunjung yang melemparkan uang ke danau toba mereka akan dengan sigap terjun ke dasar danau dan mengambil uang tersebut. Aksi ini banyak digemari wisatawan asing di tuktuk. Jadi buat yang mau melihat aksi anak-anak Prapat tersebut, jangan lupa bawa uang receh.

Tomok adalah pusat pasar tradisional yang ada di samosir. Disini kita bisa melihat dan membeli barang-barang kerajinan khas Prapat (bahkan yang Khas jogja juga ada ^^). Ingatlah untuk jangan ragu untuk menawar dan berkeliling agar mendapatkan oleh-oleh yang murah. Teman saya sampai keliling-keliling pasar Tomok demi mendapat satu paket ulos batak seharga Rp200.000 (sambil berharap bahwa ini adalah harga termurah hehehehe.....). Selain pasar ada juga makam Raja Sidabutar, rumah adat batak dan patung sigale-gale yang bisa anda lihat di Prapat. Biasanya ada penduduk setempat yang menawarkan jasanya untuk bercerita mengenai Sejarah Suku Batak di Prapat.


Rute pulang dari Tomok agak membingungkan karena tidak ada kapal wisata yang berangkat ke Prapat. Jadi aku dan teman-temanku memutuskan untuk naik kapal angkutan umum yang menuju Prapat. Ukurannya lebih besar dari kapal wisata dan muatannya lebih banyak (agak serem sih naik kapal ini). Harganya juga relatif murah, Cuma Rp4.000. jarak tempuhnya sama dengan kapal wisata.

Dari Prapat aku dan teman-temanku memutuskan mengambil rute pulang dari Prapat-Kabanjahe-tongging-Berastagi-Medan. Kalau menyewa mobil kita dapat memilih sendiri rute yang kita inginkan. Rute ini memang memakan waktu lebih lama, sekitar 5 jam perjalanan. Tetapi jika melalui jalur ini kita dapat mampir ke sitongging dan melihat air terjun sipiso-piso yang menjulang setinggi 360 kaki. Harga tiket masuk ke air terjun sipiso-piso Rp2.000 per orang. Air terjun sipiso-piso mengalir sampai ke danau toba. Untuk turun ke bawah air terjun sipiso-piso disediakan anak tangga dan tempat peristirahatan. Pastikan stamina anda sangat baik untuk turun dan menyaksikan air terjun sipiso-piso dari dekat karena setidaknya ada 1000 anak tangga yang perlu ditempuh untuk turun ke bawah dasar sipiso-piso. Selain sipiso-piso kita juga dapat melihat danau toba dari atas tebing di sitongging. Pemandangannya sangat cocok untuk berfoto-foto ria hehehe....cuaca di sipiso-piso cukup dingin jadi jangan lupa bawa jaket.

Itu adalah sedikit kisah perjalanan saya travelling to Danau Toba in one day. Semoga kita tetap bisa travelling dan jangan lupa: “JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN DI SEKITAR OBJEK WISATA”. Alam ini milik kita dan sudah sewajibnya kita menjaganya.

Rabu, 24 Maret 2010

Prolog





Waktu saia kuliah, dosen saia pernah menyuruh saia menuliskan Visi saia kelak ketika saia berumur 40 Tahun. well, mungkin dosen saia termasuk salah satu penggemar John Lennon yang menulis "life Begins at 40" sehingga dia sangat ingin melihat mimpi muridnya kelak ketika mereka berumur 40. singkatnya saia menulis "ingin menjadi penulis best Seller at 40" tanpa berpikir panjang bagaimana cara mencapainya. Walhasil, mimpi tanpa ditindaklanjuti hanya akan menjadi bunga tidur, useless. kemudian saia menyadari "Kenapa saia tidak mewujudkan mimpi saia waktu kuliah lagi" then i write this Blog so i can strart to dream again.
Lagi pula Karen Baikie, seorang clinical psychologist dari university of new south wales, mengatakan menulis adalah terapi yang bisa mengurangi kadar stres, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi tekanan darah, memperbaiki fungsi paru, meningkatkan mood dan banyak hal positif lainnya. Jadi Blog ini bisa disebut juga sebagai ajang narsisme, aktualisasi diri, terapis, atau pun seperti Gie atau Anna Frank yang menulis untuk diri sendiri tapi dapat menginspirasi banyak orang . Dengan kemampuan menulis seadanya, Saia ingin menceritakan tentang mimpi, kebahagian, dan pengalaman Saia kepada pembaca ^^.
hope you like it and Have Fun
salam manis